Daftar Referensi Python
Virtual environment (venv) adalah lingkungan Python terisolasi untuk satu proyek. Paket yang dipasang di dalamnya tidak bercampur dengan proyek lain — jadi proyek A boleh memakai Django 4 sementara proyek B memakai Django 5 tanpa saling bentrok.
Catatan: semua perintah di halaman ini dijalankan di terminal, bukan di dalam code Python.
Langkah Dasar
1. Buat environment (biasanya diberi nama .venv):
python -m venv .venv
2. Aktifkan (perintahnya berbeda tergantung sistem operasi):
| Sistem Operasi | Perintah aktivasi |
|---|---|
| Windows | .venv\Scripts\activate |
| macOS / Linux | source .venv/bin/activate |
Setelah aktif, nama environment muncul di awal baris terminal, misalnya (.venv).
3. Pasang paket — kini masuk ke environment ini saja, bukan Python global:
pip install requests
4. Keluar jika sudah selesai:
deactivate
Kenapa Perlu venv?
- Tidak bentrok: tiap proyek punya versi paketnya sendiri.
- Rapi: Python global tetap bersih, tidak menumpuk paket.
- Mudah dipindah: cukup bagikan requirements.txt, orang lain memasang dependency yang sama persis.
Kesalahan Umum
- Lupa mengaktifkan environment → paket malah terpasang di Python global.
- Meng-commit folder
.venvke Git — jangan; tambahkan ke.gitignoredan bagikanrequirements.txtsaja. - Memakai perintah aktivasi OS yang salah (perintah Windows dan macOS/Linux berbeda).
Pelajari Lebih Lanjut
- Referensi: pip install di Python · requirements.txt di Python · import di Python
- Buku Belajar Python untuk Pemula: Bab 18
